Akhirnya 2 remaja komplotan tukang begal Jakarta sampai ke bekasi di tangkap, dan tewasnya pimpinan saat didor

Polisi yang berhasil menangkap lima pelaku pada aksi begal yang meresahkan warga  masyarakat sekitar bekai dan Jakarta timur. Untuk itu ada satu pelaku yang tewas ditembak karena mencoba melakukan perlawaan saat hendak ditangkap oleh polisi.

kapolda

Kabid humas kapolda metro jaya yang akan mengatakan terhadap pelaku yang telah tewas di tembak yang berinisial JCP. Karna dialah adalah seorang pimpinan komplotan begal tersebut.

“ pemimpin yang berinisial JCP itu  adalah sebagai pimpinan begal dialah otak dalangnya  pelaku yang akan melakukan aksi pembegalan atau pembacokan saat akan ditangkap yang akan diberikan sebuah tindakan tegas karena melawan dengan tegas terhadap petugas yang menangkapnya. Ia ditembak dan meninggal dunia lalu petugas membawa kerumah sakit terdekat,” ucapan Kombes Yusri Yunus kepada seorang wartawan, pada sabtu 28 november 2020.

Untuk itu selain pelaku JCP itu polisi juga menangkap 2 tersangka yang berinisial SNF yang berumur 18 dan MSH berumur 18. Keduanya sangat masih muda dan kedua tersangka tersebut membawa celurti untuk mengancam korban dan akan melakukan aksinya.

Untuk itu , polisi juga menangkap dua pelaku lainnya yang masih dibawah umur. Yang dua tersangka ini berinisial A umur 16 dan IZ umur 16 yang masih berstatus pelajar sekolah.

“ternyata dua pelaku ini tentunya masih sekolah,” ucapan imbuh Yusri.

Untuk itu pemeran dua pelaku itu A dan IZ yang berperan sebagai joki yang melakukan aksi tersebut. Yang keduanya akan bersiaga di atas motor mereka, sedangkan temannya yang akan melakukan mengeksekusi pada korban.

Pelaku itu telah melakukan sebuah aksinya yang telah sebanyak 6 kali yang selama bulan September sampai November 2020 . 6 TKP yang berada mulai dari daerah bekasi ,jatiasih, pondok gede, duren sawit bahkan penggilingan.

“pada umumnya suatu kelompok ini yang spesialis pada pembegalan  pencurian dengan melakukan sebuah aksi kekerasan, untuk itu   adanya yang begal hanya beraksi mencuri lalu kabur begitu saja, yang mengerikan kelompok ini melakukan aksi dengan menggunakan senjata tajamnya. Tentunya pada tiap yang akan  membawa senjata clurit yang tidak ada segan- segannya untuk melakukan tindakan pada korban yang umumnya saat korban melakukan perlawanan. Jadi bisa dibilang kelompok ini kelompok yang sadis.

 Tambahnya untuk para pelaku itu ditangkap pada anggota tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dibawah pimpinan kepada Kompol Handik Zusen. Akibat melakukan aksit tersebut , tersangka akan dijerat dengan hukuman yang setimpal pada pasal 365 KUHP yang isinya tentang pada pencurian dengan adanya kekerasan akan mendapatkan ancaman hokum penjara selama 9 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *